Di tengah lanskap pendanaan yang makin tidak ramah—hibah menyusut, prioritas donor dan pemerintah bergeser, serta disrupsi teknologi (termasuk AI) yang mengubah cara organisasi bekerja—banyak Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) di Indonesia berada dalam posisi finansial yang rapuh.
Masalahnya bukan semata kekurangan dana. Tantangan yang lebih mendasar adalah ketiadaan visibilitas dan kepemilikan bersama atas kondisi keuangan organisasi. Di banyak OMS, pengetahuan keuangan masih terpusat pada staf keuangan atau administrasi. Direktur, pimpinan program, dan pengambil keputusan strategis seringkali menjalankan mandat organisasi tanpa gambaran utuh tentang kesehatan finansial, ruang gerak anggaran, atau risiko jangka menengah. Akibatnya, strategi organisasi cenderung:
- reaktif dan mengikuti arah donor;
- kurang terhubung dengan kapasitas finansial aktual;
- rapuh ketika menghadapi perubahan eksternal yang cepat dan tidak terduga.
Padahal, keberlanjutan OMS hari ini menuntut cara pandang baru: keuangan bukan sekadar urusan laporan dan kepatuhan, tetapi bahasa strategis yang perlu dipahami lintas fungsi—oleh pimpinan, tim program, hingga penggerak organisasi. Berangkat dari realitas tersebut, Pojok Belajar CSO (PolarCSO) sebagai pusat pembelajaran resiliensi keuangan OMS menginisiasi Workshop Keuangan Strategis. Workshop ini dirancang sebagai ruang belajar yang praktis, reflektif, dan kolaboratif untuk membantu OMS:
- membaca kondisi keuangannya sendiri dengan lebih jernih;
- menghubungkan strategi program dengan realitas finansial;
- mulai merancang pendekatan keberlanjutan yang lebih adaptif dan kontekstual.
Lebih dari sekadar pelatihan teknis, workshop ini mendorong pergeseran mindset: dari keuangan yang tersilo menjadi keuangan sebagai alat pengambilan keputusan bersama.
Sebagai bagian dari strategi keberlanjutan pembelajaran, pada April 2026 PolarCSO telah melaksanakan Training of Trainers (ToT) bagi sejumlah individu terpilih. Alumni ToT ini akan dilibatkan kembali sebagai co-fasilitator dalam workshop, memperkuat kapasitas lokal sekaligus menumbuhkan komunitas praktik tempat OMS dapat saling belajar, bertukar pengalaman, dan membangun ketahanan finansial secara kolektif.
Workshop ini mengundang OMS untuk tidak lagi bertanya, “berapa dana yang kita punya?”, melainkan “apa pilihan strategis yang bisa kita ambil dengan kondisi keuangan yang ada—dan ke mana kita ingin bergerak?”